Pujangga...
Terlepas beberapa menit ku bertemu dengan yang
terkasih, that’s a power meet. Yaaaah...
yang mengartikan sebentar namun sangat berkualitas.
Tapi... Itu semuanya terlalu singkat
untuk wanita yg masih merindukanmu.. Hanya di sajak-sajak inilah semuanya aku
tuangkan...
Kasih..... Dikala aku disini dan kamu jauh disana. Aku hanya
inginkan;
satu, ingatlah aku.
Dua, jangan tergoda.
Dan yang terakhir, aku selalu menyelipkan namamu di setiap
doaku.
Di saat senja menyapa, kuinginkan kehadiranmu. Pujangga.........
Aku ingin seperti mentari pagi, yang selalu menyinari awal
hari-harimu...
Dan aku ingin seperti rembulan malam, yang menutup
hari-harimu dengan kehangatan...
Butuh 1 detik untuk mengenalmu. Tapi butuh berhari-hari, bertahun-tahun
bahkan seumur hidup untuk melupakanmu..
Di kala aku merindukanmu, aku hanya butuh jawaban dari
waktu...
Ketika aku merindukanmu, aku hanya bisa bercerita pada Tuhan
melalui air mata...
Kasih... aku dan kamu butuh waktu.
Kita butuh waktu.
Tapi, jangan pernah salahkan waktu. Karena dia adalah rahasia
terindah...
Bercengkramalah pada waktu...
Dikala dinginnya malam, rembulanlah yg menghangatkan. Di kala
ku merindumu, waktulah yg akan menjawab.
Terimakasih waktu... Kau memberikan arti disetiap
detiknya...
Senja berteman langit jingga, pagi berteman kesejukan dan
malam berteman bintang. Tuhan... Izinkanlah aku dan dia berteman dengan waktu..
Ukirlah nama kita berdua pada jarum jam, Tuhan...
Dahulu... Aku tidak mencintaimu.
Kini... Kau yang mengajariku cara mencintai...
Kasih.... Padukanlah kekuranganku dengan kelebihanmu.
Begitupun sebaliknya. Agar cinta tumbuh penuh kisah...
Izinkanlah cintaku berdampingan bersama cintamu, wahai
Pujangga....
Kau akan bahagia pada waktunya.. Entah dengan siapapun itu..
Tetap ingatlah, aku selalu mengirimkan Doa terbaik untukmu, Pujangga...
Tatapan matamu mengandung arti, arti dari masa depanku...
Aku hanyalah sepenggal kisah barumu yang menginginkan
pelukan hangatmu dan sedikit mengharapkan masa depan denganmu...
Entah... Aku hanya serpihan kecil yang inginkan segenggam
kasih cintamu...
Sakit yang kurasa tak perlu kau rasa.. Bahagia yang kualami
kau harus merasakannya. Tapi duka dan pedihmu aku ingin menikmatinya...
Hembusan nafasmu bagaikan melodi terindah dalam hidupku...
Membiarkanmu adalah pekerjaan tersulit, merindukanmu menjadi
sebuah kewajiban pokok, memerhatikanmu adalah pekerjaan terindah, dan cukup
melihatmu tersenyum itu adalah gaji terbesar dalam hidupku.
Rasakanlah angin ini,
sayang... Semoga rasa rinduku berhembus bersama angin...
Rintihan hujan menemaniku... Hujan, sampaikan padanya aku
tetap menanti hingga kau tak lagi merintih...
Hatiku berlumur rindu untukmu, kasih....
Terkadang apa yang kita inginkan belum tentu bisa kita
dapatkan. Tapi, Tuhan akan memberikan apa yang kita butuhkan, bukan yang kita
inginkan.
Aku hanya inginkan hidup hingga merasakan asam garam
kehidupan ini. Belum tentu Tuhan merestui. Karna, Tuhan tau apa yang kita
butuhkan.
Kalau waktu bisa di putar kembali, semudah memutar CD akan
kuputar sekali saja. Karna, aku hanya ingin kembali untuk tidak mengenalmu yang
sekarang aku cinta.
Aku hanya inginkan tidak memiliki hal sulit seperti ini. Yaitu,
melupakanmu atau merelakanmu untuk bersama orang lain.
Lebih baik aku terperangkap dalam lubang, masih bisa
kupanjat.
Untuk melihatmu bersama orang lain dan kaupun bahagia. Aku harus
apa?
Aku harus ikhlas. Tidak semudah itu.
Tuhan, tolong sampaikan padanya bahwa akulah yang
sungguh-sungguh mencintainya.
Aku merasakannya, aku memendamnya. Jika aku utarakan
langsung pada dirinya, dia pun tak akan mengerti.Biarkan ini menjadi sepenggal
ceritaku
Tuhan... Izinkan aku mencintainya.. Jangan pulangkan aku
sebelum dia mengerti apa maksud cintaku...
Tuhan, jemput aku disaat dia sudah mengerti apa arti
cintaku.
Pertemukanlah aku dengannya di Surga nanti. Walaupun aku tak
bersamanya didunia berikanlah kehangatan untuk kami di Surga.
Tuhan... jangan biarkan dia berteman sepi...
Ya Tuhan... Biarkanlah nafas hangatnya berhembus hingga ia
menemukan kebahagiannya.
Sincerely, the woman who loved him..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar